Senin, 29 April 2013

Mengenal Beton Sebagai Material Konstruksi

Penggunaan beton sebagai bahan bangunan/material konstruksi sangat umum digunakan baik untuk struktur rumah tinggal, gedung bertingkat, dan berbagai macam infrastruktur yang lain. Membahas tentang beton akan sangat luas topik pembahasannya, tetapi dalam posting ini akan coba diulas secara singkat dan bersifat umum saja. 

Pertanyaan mendasar adalah sebenarnya apa sih beton itu? 
Beton merupakan material untuk struktur bangunan yang terbuat dari campuran semen, pasir, kerikil / split, semen, dan air dengan komposisi tertentu. Selain itu kadang ditambahkan juga bahan lain yang disebut dengan admixture beton untuk menghasilkan beton dengan kondisi khusus. Contoh admixture beton misalnya retarder yaitu admixture untuk menunda waktu setting beton. 

Dimana saja penggunaan beton itu? 
Penggunan beton umumnya dilengkapi dengan besi tulangan, sehingga beton yang memiliki kuat tekan yang baik dilengkapi dengan besi tulangan yang memiliki kuat tarik yang baik. Beton bertulang hampir dapat dijumpai pada semua elemen struktur bangunan, dari pondasi, tie beam/sloof, kolom, balok, dan pelat lantai. Penggunaan beton bertulang juga banyak digunakan untuk pekerjaan infrastruktur seperti jalan beton, jembatan, bendungan, dan lainnya. 

Apa saja keunggulan dan kekurangan penggunaan beton sebagai material konstruksi? 
Beton memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut: 
  1. Tersedia bermacam-macam mutu beton yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan struktur bangunan. 
  2. Beton mudah dibentuk menggunakan bekisting sesuai dengan kebutuhan struktur bangunan. 
  3. Beton memiliki ketahanan yang baik terhadap temperatur yang tinggi. 
  4. Beton memiliki kuat tekan yang tinggi. 
  5. Bahan baku beton relatif mudah didapat. 
  6. Beton relatif tidak memerlukan perawatan dan tahan lama. 
  7. Penggunaan beton sebagai material konstruksi lebih ekonomis jika dibandingkan dengan baja.
Tetapi beton juga memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut : 
  1. Mutu akhir pekerjaan beton sangat dipengaruhi oleh mutu beton itu sendiri dan proses pelaksanaan pengecorannya. 
  2. Beton merupakan material dengan berat jenis yang lumayan besar yaitu 2400 kg/m3 Beton memiliki kuat tarik yang kecil (sekitar 9-15% dari kekuatan tekannya) 
Ada berapa macam jenis beton? 
Jenis beton dapat dilihat dari beberapa sisi.
Dari sisi proses produksi/pengolahan - beton sitemix dan readymix. 
Beton readymix merupakan beton jadi yang dikirim dari batching plant supplier beton menggunakan truck mixer yang umumnya berkapasitas volume 6-7 m3. Biasanya beton readymix digunakan untuk material struktur utama bangunan. 

Sedangkan beton sitemix adalah beton yang langsung diproduksi di lapangan / lokasi pekerjaan dengan mencampurkan bahan-bahan pembentuk beton ke dalam concrete mixer / beton molen. Beton sitemix biasa digunakan untuk pengecoran kolom praktis pada pasangan dinding. 

Dari sisi pelaksanaan pengecoran - beton precast dan cast in situ 
Beton precast (precast concrete) atau beton pracetak adalah elemen struktur beton yang dicor dan dirawat (curing) di lokasi lain, misal workshop atau pabrik (bukan ditempat elemen struktur beton itu akan dipasang). Setelah mencapai umur beton yang cukup, barulah beton precast dikirim ke lokasi pekerjaan dan dirakit / dirangkai. Proses pelaksanaan pemasangan / perangkaian dilakukan dengan menggunakan bantuan alat berat misalnya mobile crane. 

Sedangkan beton cor di tempat atau sering disebut cast in situ adalah beton yang langsung dicor pada lokasi elemen struktur yang direncanakan.

Artikel Terkait Lainnya